Rabu, 30 Juni 2010

Menerapkan Controling Terhadap Kasus Konflik Antar Beragama Dan Interagama

Pemimpin yang baik akan mewarisi bawahan yang dipimpinnya dengan hal yang baik pula, namun sebaliknya jika pemimpin yang jahat dapat mewarisi ilmu kepemipinannya kepada bawahannya maka itu sebuah bom waktu yang siap meledak kapan saja. Keadaan seperti sangat merugikan masyarakat. Oleh karena itu seorang pemimpin yang baik dan bijak harus dapat menerapkan controling yang baik pada bawahannya.

Pengawasan (Controlling) adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan . the process of ensuring that actual activities conform the planned activities. (Stoner,Freeman,&Gilbert,1995). Proses ini untuk menjamin agar kegiatan mengarah ke tujuan yang diinginkan.1. Memperediksi Potensi Konflik

Banyak masalah yang terjadi disekitar kita merupakan masalah yang terpendam dan berakar, dimana pada suatu saat akan menjadi bom waktu. Masalah-masalah ini pada dasarnya jika diprediksi akan memunculkan konflik di kemudian hari maka seorang pemimpin jauh-jauh hari agar dapat mengambil solusi supaya masalah yang mengakar tersebut tidak menjalar atau meluas, hingga akhirnya sangat sulit diselesaikan.



2. Mencegah Konflik Baru

Mencegah konflik baru jauh lebih mudah ketimbang meleraikan jika sudah jadi sebuah konflik di masyarakat. Oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat kepemimpinan seperti adil, berwibawa, amanah, propesional dan sebagainya. Semua sifat tersebut akan mencegah timbul konflik baru dalam masyarakat.



3. Sistem Kontrol Yang Propesional

Siapapun pemimpin pasti ada masalah, kalupun tidak banyak sedikitnya pasti ada. Namun untuk menimalkan konflik yang muncul mesti ada sebuah sistem yang propesional sehingga dapat memperkecil muncul konflik. Sistem tersebut juga harus dapat meredam konflik yang ada secara propesional tanpa memihak pada satu golongan. Sebagai contoh transparansi, akuntabel dalam pengelolaan keuangan masayarakat akan menyulitkan terjadinya korupsi. Adapun sistem kontrol dalam masalah konflik interagama adalah seorang pemimpin seharusnya mewakili keseluruhan, kebijakan yang di anut dalam interagama. Sehingga setiap kebijakan pemimpin menjadi peredam konflik bukan malah menyulut konflik baru. Namun konflik antaragama maka seharusnya seorang pemimpin toleran dan saling menghargai antar sesama. Oleh karena itu pemimpi harus melindungi pemeluk agama minoritas dari tindakan diskriminasi dan tindakan kekerasan

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates