Selasa, 29 Juni 2010

E-Dakwah

Kalau boleh kita ambil istilah dari Thomas L. Friedman dari bukunya yang berjudul The World is Flat maka dunia saat ini telah memasuki globalisasi versi 3.0 dimana dalam versi ini dunia sudah semakin sempit dan surut serta persaingan antar pemain didalamnya menjadi datar / selevel. Dalam era globalisasi versi 3.0, saat ini yang menjadi peranan utama adalah adanya kekuatan para individu-individu untuk saling berkolaborasi dan bersaing secara global. Dan yang membuat datar dunia ini bukan lagi kekuatan tenaga kuda, mesin uap, dan hardware / perangkat keras tapi adalah software / perangkat lunak, segala macam software yang memiliki keterkaitan dan keterpaduan dengan pembuatan jaringan serat optik dan wireless global yang membuat setiap kita ini adalah tetangga. Setiap individu harus, bisa dan sanggup bertanya pada dirinya, dimana posisi diri kita dalam kompetisi persaingan global sekaligus kesempatan yang sedang terjadi didepan mata kita, dan juga bertanya bagaimana saya, dengan usaha sendiri, mampu berkolaborasi dan berkompetisi dengan yang lain?

Runtuhnya tembok Berlin pada 9 Nopember 1989 adalah tonggak mulainya demokratisasi dan tumbuhnya kreatifitas. Tidak hanya menjadi titik tolak sejarah bersatunya jerman timur dan barat, pengaruhnya runtuhnya tembok Berlin bahkan sampai ke India. Menteri Keuangan India pada saat itu yaitu Mannohan Singh mengambil inisiatif mulai membuka pintu ekonomi pada tahun 1991, melepaskan manajemen gaya sosialis yang hampir saja membangkrutkan India, meningkatkan cadangan devisa yang sebelumnya hanya $1 juta menjadi $118 miliar, dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dari hanya 3% menjadi lebih dari 7%. Di Eropa sendiri runtuhnya tembok berlin juga membuka jalan terbentuknya Uni Eropa, ekspansi 15 negara menjadi 25 negara, dan munculnya mata uang bersama bernama Euro. 6 bulan setelah runtuhnya tembok berlin, Microsoft Windows 3.0 muncul dengan fitur yang lebih mudah digunakan. Meskipun tentu saja Bill Gates harus mengucapkan terima kasih kepada para pesaingnya yaitu Steve Jobs yang lebih dulu mempelopori komputer rumah bernama Apple II tahun 1977, juga IBM yang membuka standar Personal Computer (PC) sehingga bisa dikembangkan oleh siapapun di dunia seperti sekarang ini. Beberapa kreatifitas lain yang luput dicatat oleh Friedman adalah di tahun yang sama Linus Torvald membangun kernel Linux generasi pertama, yang tidak diduga oleh pembuatnya sendiri Linux menjadi sistem operasi modern dan saingan terbesar Microsoft di era kini.

World Wide Web (WWW) atau kemudian disebut Web mengubah Internet menjadi dunia maya ajaib. Dengan Web orang bisa menempatkan karya digitalnya untuk diakses siapapun, memanggil dokumen yang tersimpan di server dan menayangkannya di layar komputer dengan cara yang sangat mudah. Tim Berners-Lee sang pencipta WWW telah ikut serta dalam proses mendatarkan dunia. Dalam thesis PhDnya Tim Berners-Lee meneruskan pekerjaan Vint Cerf dan Bob Kahn yang lebih dulu mengembangkan Internet. Web adalah ruang informasi maya, kalau di Internet banyak komputer, maka di Web ada banyak dokumen, suara, video, dan berbagai informasi lain. Tidak salah kalau majalah Times edisi 14 Juni 1999 menempatkan Tim Berners-Lee sebagai salah satu dari 100 orang yang paling berpengaruh di abad ke-20. Tim Berners-Lee berjuang untuk tetap membuat WWW terbuka, tanpa hak milik dan gratis. Dia juga yang mempopulerkan kode hypertext yang mudah dipelajari (HTML), merancang skema pemberian alamat (URL), mendesain aturan-aturan di Web yang kemudian menjadi HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Dan saat ini dunia Web telah memasuki generasi kedua yang sering disebut dengan Web 2.0, dimana dalam generasi ini sebuah halaman web diinternet tidak lagi statis dengan penampilan dan layout yang kaku, tapi sekarang sudah bisa menampilkan tampilan multimedia secara dinamis dan bersifat user oriented, standarizable dan accessible.

Berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi memang tak dapat dibendung lagi, dihampir seluruh sektor baik industri, pemerintahan, militer, akademisi sampai ke rumah tangga kita, semuanya memanfaatkannya. Sehingga kebutuhan kita akan TI sudah tak terbayangkan lagi. Bill Gates yang seorang pendiri perusahaan software terbesar didunia yaitu Microsoft dalam kunjungannya ke Indonesia belum lama lalu mengatakan bahwa dunia akan memasuki era baru dalam teknologi digital, dia menyebutnya “Second Digital Decade”, dimana dalam dekade ini nanti, teknologi digital akan berada disetiap kamar disetiap rumah diseluruh negara, dari mulai layar sampai ke proyektor dinding dan bahkan sudah terintegrasi dengan meja diruang tamu. Nanti seluruh peralatan digital tersebut akan lebih mudah digunakan, karena akan menggunakan suara dan gerakan tubuh dibandingkan harus menggunakan mouse atau keyboard lagi. Salah satu fokus utama dalam dekade tersebut adalah menghubungkan manusia melalui internet dan seluruh aplikasi perangkat lunak dan keras nanti akan terhubung ke Internet.

E-dakwah memiliki konsep dan hubungan yang tidak jauh dengan kata-kata e-mail, e-learning, e-government, e-commerce dan sejenisnya. Kalau email adalah metoda simpan dan teruskan dari pembuatan, pengiriman, penerimaan dan penyimpanan pesan menggunakan sistem komunikasi elektronik jaringan atau internet (wikipedia). E-government adalah penggunakan teknologi internet sebagai sebuah landasan dalam pertukaran data, penyediaan layanan dan transaksi kepada warga negara, pebisnis atau tangan pemerintah yang lain (wikipedia). Dan hampir e-e yang lainnya pun tidak beda jauh, yaitu mereka menggunakan media internet sebagai infrastrukturnya. E disini bisa berarti melibatkan cara, range / jarak / geografical position, sebuah system atau proses dan infrastruktur. Maka e-dakwah pun kurang lebih adalah proses pengajaran, pembelajaran, penyampaian sesuatu informasi / pesan berkaitan dengan dunia Islam dengan harapan orang yang diberikan informasi tersebut menjadi tertarik bahkan bisa bergabung kedalam barisan kaum muslimin. Oleh karena itu informasi yang akan disampaikan dalam e-dakwah ini harus bersifat valid, terpercaya, bukan sebuah fitnah, bersifat konstruktif, membuka dan memperdalam wawasan, terbuka untuk didiskusikan dan tidak mengandung unsur-unsur lain yang dapat merusak makna dakwah itu sendiri.

E-dakwah ini sendiri akan terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu, teknologi dan pengetahuan manusia, seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan dakwah Islam kepada manusia, seiring dengan pertumbuhan manusia itu yang semakin meningkat, seiring dengan pertumbuhan Islam itu sendiri.


1. Urgensi

Umat Islam saat ini dihadapi oleh berbagai permasalahan yang kalau kita kelompokkan dalam kelompok besar itu ada 2 masalah utama, pertama yaitu yang berkaitan dengan kapasitas intelektual dan yang kedua karena permasalah moral. Permasalahan tersebut pada akhirnya menimbulkan banyak tantangan-tantangan baru dalam dunia Islam. Tantangan yang seiring perkembangan zaman semakin bervariatif dan berbeda, sehingga membutuhkan segera solusi yang tepat dalam menjawab semua tantangan tersebut.

Namun demikian permasalahan-permasalahan tersebut tetap harus dianalisa, diidentifikasi dan dicarikan alternatif pemecahan solusinya secara rasional, relevan dan strategis melalui pendekatan-pendekatan dakwah yang sistematis dan profesional.

Dalam bidang ekonomi misalnya, tahukah anda bahwa ketika terjadi krisis ekonomi di negara-negara dunia khususnya Asia dan lebih khusus lagi Indonesia ditahun 1998, itu semua disebabkan oleh permainan angka-angka digital yang dilakukan anak-anak muda yang belum genap berumur 40 tahun dan semua itu dilakukan menggunakan komputer yang terhubung kejaringan internet.

Dalam bidang militer, tahukah anda bahwa ketika pesawat-pesawat amerika melakukan pengeboman diwilayah-wilayah umat Islam contohnya di Iraq tahun 2004 lalu, mereka menggunakan pesawat mata-mata (Predator Drone) tanpa awak yang terbang mengelilingi wilayah udara iraq dan akan memberitahukan posisi pejuang gerilyawan iraq kepada markas pusat untuk diserang, pesawat tersebut dikontrol oleh pusat pengendali kontrolnya yang berada nun jauh dari negeri Iraq tersebut yaitu di Nevada, Las Vegas. Mantab bukan, kita bisa mengacak-ngacak sebuah negara tanpa perlu harus berada dalam negara tersebut, semata-mata menggunakan teknologi jaringan wireless via satelit.

Untuk yang bersifat independen, kita bisa memanfaatkan media sejenis website yang lebih terkenal dengan blog. Blog ini berisikan informasi yang bersifat independen alias bebas dan tidak terikat. Semua bergantung dari yang punya blog tersebut mau diisi apa saja. Terkadang blog lebih efektif dibandingkan situs media atau website pada umumnya, karena penyampaian berita dan informasi dalam blog yang memang bersifat lugas dan apa adanya serta dibantu dengan besarnya komunitas hal ini mendorong untuk lebih cepat tersampaikannya informasi dan berita. Alhamdulillah, Indonesia ternyata tidak ketinggalan dalam masalah blog dan komunitasnya dibandingkan negara lain, tercatat untuk komunitas blog muslim di Indonesia yang terkenal diantaranya muslimblog dan forum lingkar pena. Kedua-duanya menghasilkan banyak blogger-blogger terkenal dan blog yang berkualitas.

Mailing list adalah sebuah forum diskusi yang bisa bersifat tertutup maupun terbuka melalui perantara email. Dengan mailing list, seseorang bisa berdiskusi secara bebas dan menyampaikan aspirasinya yang nantinya akan dibaca oleh seluruh member yang terdaftar dalam milis / komunitas tersebut yang bisa saja beda suku, ras agama dan negara, sehingga bisa memungkinkan berdakwah didalamnya. Terkadang karena perbedaan tersebut sangat beragam, sering terjadi perdebatan sengit didalam sebuah milis. Situs jaring sosial / social community network adalah sebuah website yang saling menghubungkan membernya menggunakan link / hubungan. Sehingga nantinya tercipta jaringan persahabatan yang bisa saja berdasarkan almamater sekolah, tempat bekerja, hobi, negara, agama, kesamaan minat dan bakat dan seterusnya. Dari sinipun sebenarnya bisa memungkinkan memulai proses dakwah kepada orang lain yang sebelumnya tidak pernah kita kenal sama sekali. Contoh dari website seperti ini yang terkenal adalah friendster, facebook, linked-in, multiply, hi5 dan seterusnya.

Internet Messenger juga bisa menjadi ladang dakwah kita, dengan messenger ini kita bisa menginformasikan informasi yang berguna kepada orang lain secara realtime. Contohnya kita bisa mengingatkan sholat kepada teman kita yang berada ditempat lain misalnya, atau menyampaikan informasi pengajian atau apapun yang bermanfaat. Apalagi bila digabungkan dengan teknologi VoIP, yaitu penyampaian audio melalui internet. Maka kita bisa berbicara langsung dengan objek dakwah yang kita tuju secara realtime. Ditambah lagi dengan teleconference yang bisa menampilkan objeck dakwah kita secara audio visual, maka kita sudah seperti berada didepan objek dakwah tersebut dan kita bisa saling berdiskusi bersama membahas masalah sesuatu dan mengambil manfaatnya. Contohnya yang paling sering melakukan teleconference untuk dakwah adalah radiotarbiyah.net yang berbasis di gedung cyber jakarta tapi memiliki terminal relay di negara-negara lain seperti jepang, jerman, belanda dan australia. Bahkan sholat jum’at pun bisa dilakukan teleconference dengan teknologi saat ini. Betapa bermanfaatnya bukan.

Pembuatan software untuk kepentingan umat, misalnya software pencatat zakat (LAZ) yang saat ini sedang banyak dikembangkan (salah satunya oleh MIFTA), software untuk penghitung waris dan zakat maal, software untuk pengelolan / manajemen pesantren / mushola / perpustakaan dan lainnya. Dengan adanya software-software semacam ini maka diharapkan proses yang tadinya menggunakan tenaga manual menjadi bisa lebih terotomatisasi dan terkomputerisasi sehingga outputnya bisa lebih cepat, lebih padat dan lebih akurat.

Dengan menggunakan cara-cara diatas misalnya, maka kita sedikit membuka persaingan penyebaran informasi kepada pihak lain sehingga minimal ada balance antara mereka yang berusaha menyebarkan kerusakan dan fitnah dengan mereka yang ingin melakukan perbaikan dan dakwah. Mengenai masalah efektivitasnya maka semua kembali ke inti permasalahan, niat dan kemauan serta keikhlasan kita. Setidaknya kita telah berusaha maksimal dalam memanfaatkan fasilitas untuk kebaikan.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates